ini Kartu AS Jokowi
17 August 2016
2 Comments
Di tengah kondisi ekonomi yang
melambat, efektivitas program KIS dan KIP nampak dalam mendukung
penurunan kemiskinan dan penyangga masyarakat kurang mampu.
Pada debat calon presiden putaran kedua yang membahas masalah pengentasan kemiskinan, capres Joko Widodo
memaparkan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia
Pintar (KIP). Saat itu, Jokowi mengatakan, pengentasan kemiskinan bukan
hanya soal penganggaran. Namun juga harus berani memberikan
program-program khusus kepada masyarakat miskin di seluruh Indonesia.
Lebih dua tahun kemudian, menjelang tahun kedua
kepemimpinan Presiden Joko Widodo, tampak efektivitas kartu-kartu ini.
Di tengah kondisi ekonomi yang melambat, Kartu Indonesia Sehat (KIS),
Kartu Indonesia Pintar (KIP), bersama Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
terbukti menjadi penyangga kehidupan masyarakat, terutama kelompok
masyarakat kurang mampu.
Untuk KIP, jumlah kartu yang disebar ke masyarakat sudah
mencapai 96 persen dari target 19 juta kartu. Sebagai salah satu program
pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, KIP bertujuan meratakan akses dan
mutu pendidikan. Keberadaan KIP diharapkan memotivasi para orangtua
untuk menyekolahkan putra-putrinya hingga lulus SMA/sederajat.
KIP memberi bantuan finansial kepada siswa yang dinilai
tidak mampu, masing-masing untuk jenjang SD Rp 225.000 per semester.
Siswa SMP menerima Rp 375.000, dan siswa SMA mendapat alokasi bantuan Rp
500.000 tiap semesternya. Cara mencairkan dana cukup dengan membawa KIP
dan menunjukkannya ke konter Bank Rakyat Indonesia.
Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu identitas
peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Untuk tahap awal, kartu
baru ini diberikan kepada peserta Penerima Biaya Iuran (PBI) yang
berjumlah 86,4 juta orang.
Sementara itu, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
adalah kartu yang diterbitkan oleh Pemerintah sebagai penanda keluarga
kurang mampu, sebagai pengganti Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Kartu
Keluarga Sejahtera (KKS) menggunakan anggaran sebesar Rp 6,2 triliun
dengan setiap keluarga akan mendapatkan Rp 200 ribu per bulan. Kartu ini
akan diisi setiap 2 bulan.
Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia
Pintar dan Program Indonesia Sehat untuk Membangun Keluarga Produktif
menjadi program unggulan Pemerintah Jokowi-JK yang menandai era baru
upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.
Di saat pertumbuhan ekonomi global melambat, kondisi
perekonomian dalam negeri yang tetap stabil menunjukkan besarnya
pengaruh program-program jaminan sosial untuk menopang kehidupan
masyarakat. Apalagi, berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos) dan
Badan Pusat Statistik (BPS), antara September 2015 hingga Maret 2016
terjadi penurunan angka kemiskinan sebanyak 500 ribu penduduk. Tercatat
ada 28,01 juta atau 10,86 persen penduduk miskin pada Maret 2016,
berkurang dibandingkan September 2015 tercatat 28,51 juta orang atau
11,13 persen. Padahal, standar kemiskinan BPS terus meningkat dari
pengeluaran Rp 344 ribu per kapita per bulan pada September 2015 menjadi
Rp 354 ribu per kapita per bulan pada Maret 2016.
Dalam pidato pengantar penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran
2017, Ketua DPR Ade Komarudin menilai program pemerintah meningkatkan
kesejahteraan rakyat berhasil. “DPR mendukung anggaran kesehatan
ditetapkan 5 persen dari keseluruhan belanja negara,” kata Ade
Komarudin.
Saat menyampaikan pidato penyampaian keterangan pemerintah
atas RUU APBN Tahun Anggaran 2017 beserta nota keuangannya, Presiden
Joko Widodo menekankan bahwa alokasi penganggaran lebih diprioritaskan pada upaya pengentasan kemiskinan, pengurangan ketimpangan dan penciptaan lapangan kerja.
Hasil positif mulai terlihat menjelang dua tahun
pemerintahan Presiden Joko Widodo. Indikator kesejahteraan sosial
Indonesia dalam dua tahun terakhir ini juga terus menunjukkan
peningkatan. Selain tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,86
persen, tingkat ketimpangan yang ditunjukkan oleh gini ratio juga
berhasil dikurangi menjadi 0,40, dan tingkat pengangguran berhasil
diturunkan menjadi 5,5 persen. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia
yang menunjukkan akses masyarakat terhadap sumber ekonomi, pendidikan,
dan kesehatan terus mengalami kemajuan hingga mencapai angka 69,55 pada
tahun 2015.
Presiden menegaskan, pemerintah akan menyempurnakan
bantuan biaya pendidikan, dengan memperbaiki sistem penyaluran dan
akurasi data penerima. Pemerintah juga akan memperbaiki penyaluran
subsidi yang lebih tepat sasaran dan program bantuan sosial non-tunai.

Mari Bergabunglah Bersama MandiriQQ, menawarkan Berbagai Jenis Permainan Menarik.
ReplyDelete1 ID untuk 7 PERMAINAN ( NEW GAME : BANDAR SAKONG!!! )
Dapatkan Berbagai Bonus Menarik dari MandiriQQ..!!
- Bonus TurnOver 0.5% tiap Minggunya
- Bonus Referral 20% Dibagikan Setiap Minggunya.
- Minimal Deposit hanya 20 Ribu
- Minimal Withdraw hanya 50 Ribu
Untuk info lebih lanjut Silahkan hubungi Cs MandiriQQ
PIN BBM : 2BE2B4BA
Line : mandiri_qq
yahoo : mandiriqq@yahoo.com
Link : http://goo.gl/SKqIBY | www.mandirikiukiu.info
Ingin beriklan?
Delete