Tanda Kehormatan dan Pilgub Sulsel
17 August 2016
Add Comment
JAKARTA – Bupati Bantaeng, Nurdin
Abdullah, kembali menunjukkan prestasinya dalam mengelola pemerintahan
dan memakmurkan masyarakatnya. Senin 15 Agustus 2016, Bupati Bantaeng
dua periode ini diberi Tanda Kehormatan Jasa Utama oleh Presiden Joko
Widodo di istana negara.
Pemberian kehormatan itu berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor
65/TK/Tahun 2016, tanggal 10 Agustus 2016 tentang Penganugerahan Tanda
Kehormatan Jasa Utama. Nurdin yang merupakan bakal calon Gubernur Sulsel
ini mendapat anugerah atas usulan dari Kementerian Koperasi dan UMKM,
karena dianggap berjasa dalam bidang koperasi, UMKM dengan menata
pedagang kaki lima di Pantai Seruni dan Pantai Lamalaka.
Nurdin mendapat penghargaan itu bersama dengan tiga orang lainnya,
yakni Bupati Lahat, Sumatera Selatan periode 2008-2013 H Saifudin
Aswari. Saifudin mendapat anugerah ini atas usulan dari Kementerian
Sosial karena dianggap berjasa di bidang sosial kemanusiaan, dengan
program listrik masuk desa 99 persen wilayah desa di Kabupaten Lahat.
Selanjutnya, Hasto Wardoyo, Bupati Kulon Progo, DIY periode
2012-2016. Hasto mendapat anugerah ini atas usulan Kementerian Koperasi
dan UMKM karena dianggap berjasa dalam bidang koperasi, UMKM dengan
mooto Bela dan Beli Kulon Progo.
Terakhir, Andi Eka Sakya, Kepala BMKG tahun 2013 sampai sekarang. Eka
mendapat Anugerah atas usulan BMKG karena dianggap berjasa dalam bidang
pelayanan BMKG dengan menggagas open data policy.
Presiden Jokowi di momen tersebut juga memberikan Tanda Kehormatan
Bintang Mahaputra Adipradana kepada Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti.
Badrodin dianggap berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat
bagi kemajuan, kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dan negara. Nama
Badrodin diusulkan oleh Polri.
Penghargaan Badrodin berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor
64/TK/Tahun 2016 tanggal 10 Agustus 2016, tentang penganugerahan Tanda
Kehormatan Bintang Mahaputra.
Jokowi pun melalui Keputusan Presiden RI Nomor 66/TK/Tahun 2016
tanggal 10 Agustus 2016, memberikan Tanda Kehormatan Bintang Budaya
Parama Dharma kepada empat orang, yaitu Mangkunegara VI Alm. Raden Mas
Soerjo Soeparto, atas usulan dari Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan.
Mangkunegara VI dianggap berjasa dalam pelestarian budaya Jawa, musik
dan drama tradisional.
Kemudian Taufik Ismail atas usulan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. Taufik dianggap berjasa besar dalam satra dan penyair. Lalu
Martha Tilaar atas usulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Martha
Tilaar diangap berjasa besar dalam pelestarian jamu dan herbal.
Dan terakhir diberikan kepada Prof Dr Achdiati Ikram atas usulan dari
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena dianggap berjasa besar
dalam bidang filologi.

0 Response to "Tanda Kehormatan dan Pilgub Sulsel"
Post a Comment