Presiden Minta Telusuri Pengakuan Freddy Budiman
13 August 2016
Add Comment

Presiden Joko Widodo meminta agar pernyataan
gembong narkoba Freddy Budiman yang disampaikan kepada Koordinator
KontraS Haris Azhar ditelusuri.“Ya ditelusuri, diungkap dan diproses kalau benar sesuai dengan apa
yang disampaikan,” kata Jokowi seusai membuka Kongres ke-3 Asosiasi
Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia di Nusa Dua, Bali,
Kamis (11/8).
Untuk mengusut testimoni Freddy Budiman tersebut Polri membentuk Tim
Independen guna menelisik kebenaran informasi dalam artikel Haris Azhar
berjudul “Cerita Busuk Dari Seorang Bandit” berdasarkan hasil wawancara
dengan terpidana mati Freddy Budiman di Lapas Nusakambangan, Cilacap,
Jawa Tengah, tahun 2014.
“Semakin banyak pakar yang punya kemampuan mengungkap itu, silakan
masuk dalam tim yang sudah dibentuk,” kata Jokowi seperti dilansir
Antaranews.com.
Presiden juga mempertanyakan mengapa kasus tersebut baru diungkap sekarang.
“Kenapa enggak dibuka dari dulu-dulu,” ujar Kepala Negara.
Freddy Budiman dikenal sebagai gembong narkoba telah dieksekusi
Kejaksaan pada Jumat (29/7) di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah
bersama tiga terpidana mati lainnya.
Beberapa jam sebelum Freddy dieksekusi, Haris Azhar memberitahu Juru
Bicara Kepresidenan Johan Budi mengenai testimoni Freddy Budiman. Dalam
testimoni itu Freddy menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun bekerja
menyelundupkan narkoba dia sudah menyetor sekitar Rp450 miliar kepada
Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Rp90 miliar kepada pejabat tertentu
di Mabes Polri. Bahkan Freddy mengaku menggunakan fasilitas mobil
bintang dua TNI.
Terkait testimoni dan tulisan Haris Azhar tersebut semula Polri, BNN
dan TNI melaporkan Haris Azhar ke Bareskrim Polri dengan tuduhan dugaan
pencemaran nama baik. Namun Polri kemudian menunda memproses laporan
tersebut dan fokus pada tim investigasi.
0 Response to "Presiden Minta Telusuri Pengakuan Freddy Budiman"
Post a Comment