-->

Mahasiswa dan nyalinya

Mahasiswa Makassar
Langkah dan suara mahasiswa dalam perjalanannya mewarnai agenda perubahan  di republik ini. Tak heran pergerakan 98 yang dilakukan mahasiswa melahirkan reformasi. Sudah barang tentu saya, anda ataupun kita semua bersyukur dengan adanya lingkungan kampus yang menjadi salah satu wadah pemersatu dalm konteks pemuda tersadarkan secara akademik maupun sosial.

Namun itu hanya sebuah  sejarah yang mungkin akan susah untuk terulang kembali, mahasiswa hari ini lupa akan tanggung jawabnya sebagai insan tersadarkan katanya. Kisah romantika pergerakan mahasiswa

telah pupus seiring globalisasi yang semakin cepat. Terlalu naïf juga kalau kita mengatakan kemerosotan kesadaran mahasiswa dikarenakan semakin dipolitisainyaa gerakan mahasiswa oleh orang-orang yang berkepentingan, sehingga arah gerakan mahasiswa seakan-akan lagi tidak memiliki roh gerakan yang patut untuk diperhitungkan.

Alih-alih bergerak untuk berjuang, membahas isu-isu kontemporer sepertinya agak susah terlaksanakan, pasalnya nilai apatis dan pragmatis menjadi identitas mahasiswa hari ini. Jangan katakan itu adalah fenomena yang tidak engkau liat di dalam lingkup mahasiswa hari ini!!!

Doktrin kampus yang semakin hari semakin merenggut kretifitas mahaiswa dengan mengatas namakan kesusksesan di masa depan.  Sadar atau tidak paradigm mahasiswa sengaja di konstruk untuk menjadi robot-robot yang siap bergerak ketika mendapatkan instruksi, bukan lagi sebuah kesadaran transformasional yang muncul dalam benakk mahasiswa.
Nyali mahasiswa seakan dijepit oleh bangku-bangku perkuliahan yang katanya sebagai wujud pelaksanaan amanah pancasila  dan UUd’45“mencerdaskan kehidupan berbangsa”. Apakah itu betul???

Langkah mencerdaskan anak bangsa bukankan terlalu berlebihan ketika mahasiswa merasa terpaksa dan tidak memaknai nilai demokrasi dalam setiap pelaksanaannya. Apakah pilihan cerdas itu hanya satu. Pembelajaran skolastik yang dipersempih dengan bangku persekolahan hanya akan memberikan pemaknaan kepada mahasiswa untuk patuh bukan sadar.

1 Response to "Mahasiswa dan nyalinya"

Iklan Atas Arikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel