-->

benarkah demokrasi dalam cengkraman oligarki?

Istilah oligarki adalah istilah yang dirawat dalam filsafat sebagai salah satu wujud pemerintahan yang baik, bahkan demokrasi yang dianggap buruk, karena oligarki adalah bagaimana mengumpulkan orang bodoh. jadi sebenarnya oligarki itu mewah dalam pikiran karena yang terpilih dari yang sedikit. tapi belakangan ini oligarki dalam kehidupan demokrasi dianggap sebagai kata yang tercemar, sama seperti istilah politikus, dicemari oleh kita yang berpolitik sebagai makhluk rakus. karena itu anggota DPR disebut oleh rakyat sebagai binatang politik, terjemahannya dari political animal (inggris), soyos politicos(yunani), so on politicon(romawi). tapi di indonesia kata itu menjadi binatang politik, seakan-akan  politisi berpolitik seperti binatang yang mengenal hanya sistem kuasa dan hukum rimba yang outputnya mengarah pada partai hanya menciptakan depcollector bukan public educated, seperti yang pernah dibayangkan oleh aristotels. tapi kalo kita mencobah menafsir lebih dalam bahwa sebenarnya istilah inngris, yunani dan romawi tadi adalah membenarkan bahwa politisi adalah binatang yang berpolitik, jadi lebih kepada kata sifat. yang membedakan anda dengan sapi dan hewan lainnya adalah bagaimana anda berpolitik.  artinya kita semua ini adalah binatang (genusnya binatang).jadi politik adalah diferensia spesifika dari binatang yang sekaligus memberi jawaban bahwa manusialah yang mampu berpolitik, karena politik artinya upaya  mendistribusikan keadilan, sapi, monyet, kambing tidak mampu mendstribusikan keadilan, hewan hanya mengenal istilah  predasi atau mempredasi hewan yang lain yang memang hukum alamnya begitu. demokrasi tidak ada dalam cengkraman oligarki hari ini, bahkan demokrasi mendatangi oligarki, kita lihat saja presiden datang ke MUNAS GOLKAR untuk memastikan Setya Novanto terpilih sebagai ketua golkar. itu adalah cerminan dari pada demokrasi mendatangi oligarki setelah sebelumnya Golkar di pecah dua, PPP dipecah dua. kenaifan kita adalah seolah-olah kita memberi ruang yang bebas kepada presiden untuk memilih sendiri public etic.

Pada waktu awal-awal reformasi  moral ada pada publik sekarang pidah ke DPR, problemnya oligarki dilahirkan oleh orde baru dan dibesarkan oleh rahim reformasi. karena pada saat kita hijrah dari ruang orde baru ke ruang reformasi kita masih gugup dan gagap mengucapkan dan memverbalisasikan  revolusi. jadi memori kita harus sempurna ketika mengaktifkan diri dalam politik.

Itu adalah problem kita  yang harusnya kita mengorek dinding-dinding sejarah untuk memvalidkan kebenaran yang akan diungkap, yang terpenting adalah bagaimana kedepan dan yang terpenting yang harus kita sadari adalah secara teoritis kita baru keluar dari orde baru belum masuk ke reformasi, jadi ada interval antara keluar dari menuju masuk ke. karena pintu masuk di gembok oleh mereka yag di sebut sebagai binatang politk atau politisi yang tidak tahu malu karena DPR yang dulunya kita sudah bersihkan karena itu adalah produk oligarki, dan memasukkan mereka yang di anggap sebagai produk reformasi, tapi yang bikin muak adalah mereka malah menguncinya dari dalam.


0 Response to "benarkah demokrasi dalam cengkraman oligarki?"

Post a Comment

Iklan Atas Arikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel