-->

Untuk apa kita berdemokrasi kalau masyarakat tetap bodoh?

Indonesia dalam menjelajah samudera peradaban makin hari makin menunjukkan eksistensi dimata dunia. Hal yang pasti adalah wakil bulutangkis Indonesia berhasil merebut medali emas dalam olimpiade rio 2016. Tapi bagaimana dengan yang lain, yang mungkin saja luput dari kegembiraan kita menjadi bangsa modern. Proses politik kita, pertumbuhan ekonomi kita, budaya, kehidupan sosial dan   yang mungkin saja pendidikan.

Peluang menciptakan Negara yang perkasa dan hebat dari semua lini masih terbentang luas, yang pasti agregasi kepentingan dan artikulasi kebutuhan rakyat haruslan menjadi yang terdepan dari kesemuanya. Karena kekuatan dari pada bangsa kita adalah hadirnya rakyat berjuta-juta, tapi yang terjadi malah nilai kuantitatif itu tak sejalan dengan kualitas yang didapatkan di Negara yang katanya demokrasi ini. 

Apakah karena nilai kepentingan masyarakat yang terlalu tinggi ataukah justru ketidakmampuan pemerintah dalam menjalankan demokrasi dengan sebenar-benarnya demokrasi.  Kalau jawabannya adalah waktu dan usaha, maka bagaimana kita menjawab harapan orang-orang di papua, bagaiman kita menjawab tingkat kebodohan masyarakat kita.  

Demokrasi yang kita gunakan tiap tahun bahkan tak bisa menjawab itu,  demokrasi hanya sebatas janji-janji kebohongan dan harapan palsu, karena masyarakat kita masih bodoh yang sudah senang ketika telah diberikan janji tanpa ada follow up dari kesemuanya. Pantas saja lebih dari seratus kepala daerah kita yang tertangkap korupsi, lebih dari 30 daerah kita masih tertinggal dan tingkat pengangguran kita kian meningkat.

Kalau kita mau mencoba menerka majunya demokrasi parameternya hanya ada pada kota-kota besar. Bukan tanpa alasan tapi kota seperti Jakarta telah menjadi sebuah candu politik bagi mereka yang tak berpikir tentang kemajuan demokrasi yang sebenarnya.  Konsolidasi kebangsaan untuk membicarakan hal-hal yang strategis dan penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat di masa yang akan datang.

2 Responses to "Untuk apa kita berdemokrasi kalau masyarakat tetap bodoh?"

  1. jika masyarakat yang bodoh terpinggitkan hanya akan membangun kebohongan pancasila dan uud 1945

    ReplyDelete

Iklan Atas Arikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel