-->

Pers dalam Mengejawantahkan Demokratisasi Kampus



Karirpad.com
Stimulus mengembangkan kemampuan pribadi menjadi satu hal penting untuk merekah ruang-ruang sadar  tak terjamah menjadi ruang sadar yang terjamah. Tentu dalam periodenya, pengembangan ini akan berbeda-beda, oleh karenanya pegujian diri dalam melewati dan membongkar potensi yang tak terjamah akan semakin baik jika ada dinamika dalam diri yang bergejolak untuk mengejar hasrat pada keinginan untuk sampai pada tahap akhir dalam kurun waktu yang relatif singkat. Secara sederhana dapat dikatakan proses menahan diri untuk tak berontak dan putus asa menjadi instrument penting dalam memanfaatkan stimulus itu menjadi potensi yang tak terbantahan.

Optimisme meraih kecakapan dalam segala hal tentu merupakan nilai primer yang harus ditanamkan dalam diri yang kemudian ditularkan kepada kelompok, lingkungan hingga pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Adalah mutlak dan tak terbantahkan bahwa proses tak akan menghianati hasil akhir, tak terkecuali Lembaga Pers Kampus yang saya anggap menjadi sebuah pilar dan pengawal nilai kehidupan kampus yang demokratis. Tak mengapa rasanya memberikan semacam pandangan bahwa hari-hari ini Lembaga Pers Kampus sudah melalui periodisasi pengembangan dan sudah banyak investasi-investasi masa depan sebagai lembaga pers independen dan kritis. 
Sering dikatakan bahwa kampus merupakan pengejawantahan Negara, jika iya memang demikan maka kehadiran Lembaga Pers Kampus adalah tepat, karena dari setiap kebijakan dan persoalan di kampus dapat diuji secara akademis dan kritis di ruang-ruang redaksi, karena kurikulum dari setiap kebijakan itu ada pada ruang-ruang redaksi. Tentu ada kecemasan dan kekhawatiran jika pers larut dalam kepanikan untuk menguji setiap kebijkan yang hadir. Maka saya kira titik tolak untuk tetap menjaga dan menjadi lembaga pers tanpa intervensi dan akomodatif kepentingan si pembuat kebijakan adalah tetap merewat akal sehat dalam dunia kampus yang demokratis. Kedua bahwa independensi tidak akan lagi menjadi sesuatu perdebatan jika ketajaman dalam menguji setiap kebijakn yang hadir tak melihat jabatan dan posisi.
Tajam dan tetap kritis untuk menyajikan bentuk ujian setiap kebijakan kampus merupak buah dari pada tantangan demi tantangan masa lalu sehingga eksistensi Lembaga Pers Kampus hari ini menjadi begitu besar gaungnya sebagai lembaga pers mahasiswa. Jadi investasi mereka para pelaku sejarah dalam membangun  Pers Kampus adalah penting untuk diingat, jika dikemudain hari ada kekhilafan yang terjadi. Memang bahwa sejarah itu tak mungkin berubah namun saya anggap bahwa semangat sejarah itulah yang harus kita ulang dan wariskan kepada generasi pelanjut agar dikemudian hari Pers Kampus terus-menerus menjadi lembaga yang memilki stimulus untuk menyajikan dan mengatakan benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Oleh karenanya integritas menjadi kunci perburuan masa depan yang lebih gemilang, karena dewasa dalam tantangan artinya tetap menjadi pilar dan pengawal nilai kehidupan kampus yang berintegritas.


0 Response to "Pers dalam Mengejawantahkan Demokratisasi Kampus"

Post a Comment

Iklan Atas Arikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel