meng-IMAN-i PANCASILA
16 April 2017
5 Comments
Kehidupan
yang semakin membaik tentu tidak lepas dari mereka yang terus gigih berpikir
dan bertindak untuk menerangi setiap kebuntuan kehidupan di Negeri ini. Karenanya patut rasanya kita berkirim terima kasih kepada mereka walaupun kegigihan
mereka tak pernah dipertontonkan secara gagah dikhalayak. Dari setiap jerih
payah itu tentulah ada semacam keinginan besar yang terimpikan dari setiap
usaha-usaha untuk sampai pada satu keinginan besar. Apapun itu, yang pasti
mereka adalah pahlawan sesungguhnya dalam mewujudkantatanan kehidupan bernegara
yang membaik
Meneropong jauh kembali Indonesia dimasa lalu dan merefleksikan peran mereka tak mungkin rasanya kita melepaskan diri dari ikatan pemersatu keinginan itu yaitu pancasila dan UUD 1945. Naskah teoritis itulah yang memberikan gambaran bagi kita sekarang bahwa keinginan besar untuk menjadikan Republik ini untuk merdeka secara politik, merdeka secara ekonomi, merdeka secara keberagaman, merdeka secara ideologi. Barangkali topik tentang pancasila tidak lagi menjadi salah satu diskursus yang menarik dewasa ini, karena posisi kita tidak lagi ada dimasa-masa kritis untuk memerdekakan Negara ini. Tapi tak apalah ruang-ruang diskursus sunyi membincang tentang pancasila, yang pasti kita tetap menjadikannya sebagai pegangan hidup dalam menyambung usaha-usaha mereka yang punya dedikasih kuat dalam membentengi pancasila.
Meneropong jauh kembali Indonesia dimasa lalu dan merefleksikan peran mereka tak mungkin rasanya kita melepaskan diri dari ikatan pemersatu keinginan itu yaitu pancasila dan UUD 1945. Naskah teoritis itulah yang memberikan gambaran bagi kita sekarang bahwa keinginan besar untuk menjadikan Republik ini untuk merdeka secara politik, merdeka secara ekonomi, merdeka secara keberagaman, merdeka secara ideologi. Barangkali topik tentang pancasila tidak lagi menjadi salah satu diskursus yang menarik dewasa ini, karena posisi kita tidak lagi ada dimasa-masa kritis untuk memerdekakan Negara ini. Tapi tak apalah ruang-ruang diskursus sunyi membincang tentang pancasila, yang pasti kita tetap menjadikannya sebagai pegangan hidup dalam menyambung usaha-usaha mereka yang punya dedikasih kuat dalam membentengi pancasila.
Tulisan
ini sebagai usaha untuk mencoba menghangatkan lagi ruang-ruang diskursus yang
dulu pernah hangat sebagai tujuan paling dasar. Tentu ada semacam harapan
terbarukan dari percobaan ini.
Bagaiamana seutuhnya kita meyakini pancasila sebagai filosifi dasar
kehidupan dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara
Secara
sederhana kita bisa menguji, mengevaluasi dan memberikan konklusi bahwa
peruntukan hadirnya pancasila adalah seluruh rakyat indonesai tanpa mengenal
suku, agama, ras dan golongan. Tapi dalam tahap implementasi dan perencanaan
sebagai bentuk penjabaran-penjabaran teknis dan praktis tentu tidak lepas dari
peran maksimal dari aparatur Negara. Tanpa kemudian bermaksud membebankan
kepada mereka. Dalam konteks penjabaran inilah dibutuhkan suatu kecerdasan
untuk memahami secara komprehensif keinginan setiap sila dalam pancasila dalam
membuat jalur untuk sampai kepadanya, tapi telebih dahulu ada semacam iman
untuk menjadi pemantik hasrat guna tercapainya harapan besar itu.

Ijin share bang
ReplyDeletesalam, gimana tuk ngundang bung untuk diskusi dengan kelompok belajar kami?
ReplyDeletekeren bangg
ReplyDeletePancasila ada konsep, tp untuk merealisasikan konsep akademik itu tentu bergantung pada APBN
ReplyDelete👍👍👍
ReplyDelete